<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Nak Bali&#039;s Personal Tutorials</title>
	<atom:link href="http://personaltutorial.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://personaltutorial.wordpress.com</link>
	<description>Kumpulan tutorial pribadi</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2009 15:16:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='personaltutorial.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/4258efd6db86665a12644bffd5e83a8a?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Nak Bali&#039;s Personal Tutorials</title>
		<link>http://personaltutorial.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://personaltutorial.wordpress.com/osd.xml" title="Nak Bali&#039;s Personal Tutorials" />
	<atom:link rel='hub' href='http://personaltutorial.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menyulap Koran Bekas Jadi Berkualitas</title>
		<link>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/31/menyulap-koran-bekas-jadi-berkualitas/</link>
		<comments>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/31/menyulap-koran-bekas-jadi-berkualitas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 15:13:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://personaltutorial.wordpress.com/?p=387</guid>
		<description><![CDATA[Tumpukan koran bekas yang ada di ruang baca seringkali mengganggu pemandangan. Ada baiknya Anda belajar dari ‘Trio’ Usman, Selly dan Fauzan mengolah Koran bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat, bahkan mendatangkan fulus. Jangan buang koran bekas Anda! Himbauan ini memang ada benarnya. Koran bekas, selain bisa dijual kiloan juga dapat ‘didaur ulang’ menjadi bentuk kerajinan. Kreatifitas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=personaltutorial.wordpress.com&amp;blog=9646314&amp;post=387&amp;subd=personaltutorial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Tumpukan koran bekas yang ada di ruang baca seringkali mengganggu pemandangan. Ada baiknya Anda belajar dari ‘Trio’ Usman, Selly dan Fauzan mengolah Koran bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat, bahkan mendatangkan fulus.</span><strong><span style="font-family:Verdana;font-size:8pt;"> <span id="more-387"></span></span></strong></p>
<p><strong></strong><span style="font-family:Verdana;font-size:8pt;">Jangan buang koran bekas Anda! Himbauan ini memang ada benarnya. Koran bekas, selain bisa dijual kiloan juga dapat ‘didaur ulang’ menjadi bentuk kerajinan. Kreatifitas dan kejelian menangkap peluang sudah semestinya muncul agar fulus terus menebal. Seperti yang dilakukan oleh ‘Trio’ Usman, Selly dan Fauzan.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:8pt;">Mereka bertiga berkolaborasi dalam menciptakan produk-produk yang terbuat dari bahan koran bekas. Melalui media yang sudah tak terpakai inilah dihasilkan karya seni yang berkualitas dan bernilai tinggi. Hasilnya berupa kerajinan seperti meja makan, lemari pakaian, meja kantor, meja lampu, bingkai foto, vas bunga, tatakan akuarium, tempat <em>tissue,</em> yang telah dikreasikan menjadi benda fungsional.  </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:8pt;">Menurut Fauzan, asal mula tercetusnya ide membuat produk dari koran bekas ini datang  begitu saja. Pada saat itu pikiran mereka melayang-layang memikirkan apa yang harus mereka buat. Dalam benak Fauzan terlintas untuk menghasilkan sesuatu karya yang unik namun terbuat dari bahan yang tak terpakai alias sampah. Gayung pun bersambut. Ide kreatif Fauzan dipadu dengan ketrampilan tangan rekannya, Selly, menghasilkan sebuah produk dengan keindahan yang tak terduga sebelumnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;font-size:8pt;"><img style="float:left;" title="Meja Koran" src="http://www.majalahpengusaha.com/images/stories/Inovasi/meja_koran_2.jpg" border="0" alt="Meja Koran" hspace="6" width="175" height="125" />Lantas mengapa koran bekas yang dipilih? Fauzan punya alasan. Sifat koran yang semakin hari semakin pudar warnanya inilah rupanya yang menjadi daya tariknya. Kepudaran itu yang nantinya akan membuat produk terlihat lebih unik dan klasik. “Kalau kertas yang lain seperti misalnya karton, mungkin semakin hari akan pudar juga seperti Koran. Tapi kalau menurut saya kepudaran yang terdapat pada karton tidak ada nilai seninya,” katanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;font-size:8pt;">Usaha yang dibangun sejak tiga tahun silam, tepatnya sekitar tahun 2005 ini diawali dengan modal usaha sekitar Rp 10 juta, yang digunakan untuk biaya produksi dan promosi. Upaya memperkenalkan produknya dilakoni Fauzan dan rekan-rekannya dengan rajin mengikuti berbagai pameran. Selain itu mereka juga aktif melakukan telemarketing dengan cara menghubungi teman dan para kenalan melalui via telepon.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;font-size:8pt;">(<em>Sumber : </em><a href="http://www.majalahpengusaha.com/content/view/1128/31/"><em>http://www.majalahpengusaha.com/content/view/1128/31/</em></a>)<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/personaltutorial.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/personaltutorial.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/personaltutorial.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/personaltutorial.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/personaltutorial.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/personaltutorial.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/personaltutorial.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/personaltutorial.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/personaltutorial.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/personaltutorial.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/personaltutorial.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/personaltutorial.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/personaltutorial.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/personaltutorial.wordpress.com/387/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=personaltutorial.wordpress.com&amp;blog=9646314&amp;post=387&amp;subd=personaltutorial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/31/menyulap-koran-bekas-jadi-berkualitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90154bf03f6ca45e455040f0b0889a6e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Admin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.majalahpengusaha.com/images/stories/Inovasi/meja_koran_2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Meja Koran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sedapnya Udang Bakar &#8220;Mang Engking&#8221;</title>
		<link>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/26/sedapnya-udang-bakar-mang-engking/</link>
		<comments>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/26/sedapnya-udang-bakar-mang-engking/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 09:05:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Makan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://personaltutorial.wordpress.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[BAGI pencinta kuliner, menu udang bakar tentunya selalu punya tempat khusus di lidah. Bagaimana jika udang bakar itu disajikan dengan olesan madu? Selain renyah dan daging yang lembut, rasa manis dari madu barang tentu menambah kesedapan si udang bakar. Menyantapnya pun bukan di sembarang tempat, melainkan di tengah hamparan tambak dan sawah nan hijau. Maka, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=personaltutorial.wordpress.com&amp;blog=9646314&amp;post=379&amp;subd=personaltutorial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignright size-full wp-image-378" title="1013202p" src="http://personaltutorial.files.wordpress.com/2009/10/1013202p.jpg?w=298&#038;h=225" alt="1013202p" width="298" height="225" />BAGI</strong> pencinta kuliner, menu udang bakar tentunya selalu punya tempat khusus di lidah. Bagaimana jika udang bakar itu disajikan dengan olesan madu? Selain renyah dan daging yang lembut, rasa manis dari madu barang tentu menambah kesedapan si udang bakar.</p>
<p>Menyantapnya pun bukan di sembarang tempat, melainkan di tengah hamparan tambak dan sawah nan hijau. <span id="more-379"></span>Maka, meluncurlah sekitar 20 kilometer arah barat daya Kota Yogyakarta, tepatnya di Dusun Jamur, Sendangrejo, Minggir Sleman, DI Yogyakarta.</p>
<p>Dengan waktu tempuh lebih kurang 45 menit mengendarai mobil, Anda akan sampai di Gubuk Makan Mang Engking, restoran yang menyediakan hidangan tersebut. Udang memang menjadi menu utama restoran yang dimiliki Engking Sodikin (47), pembudidaya udang air tawar.</p>
<p>Di pelosok Kabupaten Sleman itulah pusat restoran Gubuk Makan Mang Engking yang saat ini memiliki tujuh cabang di beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bali, dan Semarang.</p>
<p>Dari enam jenis menu udang yang disajikan, udang bakar madu menjadi andalan sekaligus favorit pengunjung di restoran yang buka sejak tahun 2002 itu. Udang galah berwarna kemerahan tersedia dalam dua ukuran, yakni standar dan super.</p>
<p>Satu porsi udang standar berisikan 30 ekor dengan berat sekitar setengah kilogram yang disajikan dalam tusuk bambu. Porsi super terdiri dari 16 ekor udang dengan ukuran setiap ekornya dua kali lipat udang standar. Harganya, Rp 57.000 per porsi untuk ukuran standar dan Rp 63.500 per porsi untuk yang super.</p>
<p>Menurut Elis Kamila (42), istri Engking sekaligus pencipta masakan ini, tidak ada rahasia khusus dari menu masakannya itu. ”Udangnya, udang galah biasa yang digoreng kemudian diolesi madu, setelah itu dibakar agar madunya meresap. Itu saja,” kata Elis ketika ditemui, Kamis (15/10).</p>
<p>Engking menambahkan, semua udang yang disajikan diambil langsung dari tandon di tambak saat pengunjung memesan. ”Jadi, udang masih hidup saat akan diolah. Karena itu rasanya jadi lebih segar,” kata pria asal Tasikmalaya, Jawa Barat, ini.</p>
<p>Tentu saja, setelah memesan udang, jangan lupa memilih salah satu dari empat sambal yang tersedia untuk menambah kenikmatan bersantap, yakni sambal terasi dadak, cobek, tomat, ataupun lalapan.</p>
<p>Selain udang bakar madu, restoran ini juga memiliki lima menu udang lain, yakni goreng, rebus, saus tiram, asam manis, dan saus padang.</p>
<p>Ada juga berbagai menu gurame dan kepiting yang menjadi pelengkap pilihan selera. Gurame dan kepiting itu juga dihidangkan dengan beberapa pilihan rasa, seperti bumbu cobek, bakar, asam manis, saus tiram, ataupun saus padang.</p>
<p><strong>Suasana alam</strong></p>
<p>Selain menu yang menggugah selera, Gubuk Makan Mang Engking juga memiliki nilai lebih lainnya, yakni alam pedesaan yang indah. Suasana tenang dengan semilir angin dan kicau burung kuntul menjadi ”hidangan” ekstra di restoran tersebut. Pengunjung yang kebanyakan berasal dari kota besar bisa sejenak melupakan kepenatan dalam romantika alamiah itu.</p>
<p>Di lahan seluas sekitar enam hektar itu berdiri 11 pondok makan dari bambu dan beratap ijuk. Kapasitas maksimalnya bisa menampung 600 pengunjung dalam satu waktu. Sebagian pondok berdiri di atas tambak produktif yang menambah sensasi alamiah saat bersantap.</p>
<p>“Suasana tambak yang asri sangat cocok untuk tempat bersantap dan menambah nafsu makan,” ujar Engking. Para pengunjung juga dapat memanfaatkan satu perahu yang disediakan gratis untuk berkeliling di salah satu areal tambak seluas satu hektar.</p>
<p>Selain itu, terdapat pula berbagai sarana permainan anak, seperti ayunan dan jungkat-jungkit. Ada juga satu unit all terrain vehicle yang bisa disewa pengunjung dengan Rp 20.000 per empat kali mengelilingi areal tambak.</p>
<p>Engking menambahkan, lahan di sekitar tambak juga dimanfaatkan untuk menanam berbagai sayuran pelengkap hidangan di restoran, seperti kangkung, cabai, dan tomat. ”Sayuran-sayuran yang diolah langsung dipetik dari lahan di sini sehingga lebih segar,” kata dia.</p>
<p>Jadi, kembali ke alam sambil memanjakan lidah dan perut, kenapa tidak?<strong> </strong></p>
<p>(<em>Sumber : </em><a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2009/10/19/10143076/sedapnya.udang.bakar.mang.engking"><em>http://travel.kompas.com/read/xml/2009/10/19/10143076/sedapnya.udang.bakar.mang.engking</em></a>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/personaltutorial.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/personaltutorial.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/personaltutorial.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/personaltutorial.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/personaltutorial.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/personaltutorial.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/personaltutorial.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/personaltutorial.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/personaltutorial.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/personaltutorial.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/personaltutorial.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/personaltutorial.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/personaltutorial.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/personaltutorial.wordpress.com/379/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=personaltutorial.wordpress.com&amp;blog=9646314&amp;post=379&amp;subd=personaltutorial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/26/sedapnya-udang-bakar-mang-engking/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90154bf03f6ca45e455040f0b0889a6e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Admin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://personaltutorial.files.wordpress.com/2009/10/1013202p.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1013202p</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sensasi Nasi Kingkong Bakar di Chili Peppers</title>
		<link>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/26/sensasi-nasi-kingkong-bakar-di-chili-peppers/</link>
		<comments>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/26/sensasi-nasi-kingkong-bakar-di-chili-peppers/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 09:03:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Makan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://personaltutorial.wordpress.com/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[TAK salah rasanya jika wisata kuliner di Yogyakarta menyimpan berbagai resep masakan yang pantas diacungi jempol. Berbagai masakan khas yang menjadi icon kota Yogyakarta dari Gudeg hingga masakan hasil kreasi eksperimen jamak anda jumpai di kota ini. Jika sekali waktu anda berkunjung ke kota Yogyakarta, sempatkanlah singgah ke rumah makan Chili Peppers. Meski awalnya konsep [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=personaltutorial.wordpress.com&amp;blog=9646314&amp;post=375&amp;subd=personaltutorial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignright size-full wp-image-376" title="0812143p" src="http://personaltutorial.files.wordpress.com/2009/10/0812143p.jpg?w=298&#038;h=225" alt="0812143p" width="298" height="225" />TAK</strong> salah rasanya jika wisata kuliner di Yogyakarta menyimpan berbagai resep masakan yang pantas diacungi jempol. Berbagai masakan khas yang menjadi icon kota Yogyakarta dari Gudeg hingga masakan hasil kreasi eksperimen jamak anda jumpai di kota ini.</p>
<p>Jika sekali waktu anda berkunjung ke kota Yogyakarta, sempatkanlah singgah ke rumah makan Chili Peppers. <span id="more-375"></span>Meski awalnya konsep rumah makanan yang berada di Jalan Taman Siswa no 114 Yogyakarta ini menjual aneka masakan ala eropa yaitu steak and grill, namun kini justru menu dengan label Nasi Kingkong Bakar yang bercita rasa Indonesia lah andalannya.</p>
<p>Jangan bergidik dulu mendengar nama menu ini. Meski terkesan garang, namun tampilan masakan ini jauh dari yang kita bayangkan saat merujuk pada namanya. Bagi penggemar nasi uduk rasanya sayang jika melewatkan kesempatan mencicipi menu yang dikemas berbeda. Istimewanya di dalam nasi uduk yang dibungkus daun pisang ini berisi cincangan daging ayam yang menyatu dengan irisan daun singkong dan tersaji dalam kondisi panas setelah mengalami proses dibakar.</p>
<p>Sensasi kenikmatan dari perpaduan racikan bumbu nasi uduk dan daun singkong yang gurih serta cincangan daging ayam yang manis, tak salah rasanya jika Nasi Kingkong Bakar dinobatkan menjadi menu andalan di rumah makan ini. Jika anda penggila masakan pedas maka anda bisa memesan Nasi Kingkong Bakar Pedas.</p>
<p>Untuk mencicipi menu Nasi Kingkong Bakar, harga yang dibandrol pun relatif murah. Cukup dengan uang Rp 5.000, anda sudah bisa merasakan sensasi kenikmatnnya.</p>
<p>Usai menyantap menu ini, aneka jus kesehatan menjadi pelengkap wisata kuliner anda. Tak kurang dari 20 jenis jus kesehatan segar yang konon manjur untuk mengobati berbagai penyakit ringan dan berat menjadi keunikan menu minuman yang ditawarkan.</p>
<p>Bagi anda yang merasa lesu cobalah Energy Jus dengan komposisi tomat, apel, nanas, lemon, dan madu. Lain lagi bagi penderita batu ginjal, anda bisa mencoba Jus Ginsa yang merupakan campuran buah strawberry, semangka, dan mentimun. Aneka jus kesehatan ini dapat anda nikmati cukup dengan merogoh kocek sebesar Rp 6.000. Selain menu andalan Nasi Kingkong Bakar, rumah makan ini juga menawarkan berbagai menu steak dengan harga berkisar Rp 8.500 hingga Rp 18.000, spaghetti dengan harga berkisar Rp 10.000 hingga Rp 13.000, nasi goreng, bakmi, dan ayam goreng yang dibandrol tidak lebih dari Rp 14.000.</p>
<p>Puas makan dan minum, anda juga bisa berselancar di dunia maya secara gratis, karena di rumah makan ini juga menyediakan fasilitas free hot spot bagi penggunjungnya.</p>
<p>(<em>Sumber : </em><a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2009/10/20/07590590/sensasi.nasi.kingkong.bakar.di.chili.peppers"><em>http://travel.kompas.com/read/xml/2009/10/20/07590590/sensasi.nasi.kingkong.bakar.di.chili.peppers</em></a>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/personaltutorial.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/personaltutorial.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/personaltutorial.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/personaltutorial.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/personaltutorial.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/personaltutorial.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/personaltutorial.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/personaltutorial.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/personaltutorial.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/personaltutorial.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/personaltutorial.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/personaltutorial.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/personaltutorial.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/personaltutorial.wordpress.com/375/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=personaltutorial.wordpress.com&amp;blog=9646314&amp;post=375&amp;subd=personaltutorial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/26/sensasi-nasi-kingkong-bakar-di-chili-peppers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90154bf03f6ca45e455040f0b0889a6e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Admin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://personaltutorial.files.wordpress.com/2009/10/0812143p.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">0812143p</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Laksamana Mengamuk&#8221;, Apa Itu?</title>
		<link>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/23/laksamana-mengamuk-apa-itu/</link>
		<comments>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/23/laksamana-mengamuk-apa-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 08:46:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Makan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://personaltutorial.wordpress.com/?p=371</guid>
		<description><![CDATA[TERKADANG, tak hanya rasa yang menjadi daya tarik makanan atau minuman untuk dicoba. Nama yang unik pun seringkali membuat indera perasa ikut tergelitik, sekadar untuk merasa. Begitu pula ketika membaca tulisan &#8220;Laksamana Mengamuk&#8221; terpampang pada sebuah spanduk yang menutupi mobil Carry hitam,di Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru, Riau. Siapa yang mengamuk? &#8220;Mau coba?&#8221; kata Haji [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=personaltutorial.wordpress.com&amp;blog=9646314&amp;post=371&amp;subd=personaltutorial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignright size-full wp-image-372" title="1300408p" src="http://personaltutorial.files.wordpress.com/2009/10/1300408p.jpg?w=298&#038;h=224" alt="1300408p" width="298" height="224" />TERKADANG</strong>, tak hanya rasa yang menjadi daya tarik makanan atau minuman untuk dicoba. Nama yang unik pun seringkali membuat indera perasa ikut tergelitik, sekadar untuk merasa. Begitu pula ketika membaca tulisan &#8220;Laksamana Mengamuk&#8221; terpampang pada sebuah spanduk yang menutupi mobil Carry hitam,di Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru, Riau. Siapa yang mengamuk?</p>
<p>&#8220;Mau coba?&#8221; kata Haji Nastra, pemilik &#8220;warung berjalan&#8221; itu.</p>
<p>Ternyata, &#8220;Laksamana Mengamuk&#8221; nama yang ditabalkan pada minuman bersantan yang di dalamnya berisi buah kuini cincang. <span id="more-371"></span>Konon, menurut Haji Nastra, minuman itu khas Riau. Lalu, bagaimana asal-muasal namanya? Hmm, ternyata, riwayat ceritanya menarik juga&#8230;</p>
<p>&#8220;Zaman dulu, masa penjajahan, ada seorang raja yang sedang mengupas kuini dengan pisau di tangannya. Mereka duduk-duduk di halaman istana. Tiba-tiba ada tentara Belanda lewat. Raja itu geram, dia cincang-cincang itu kuini, jatuhlah ke santan. Terus dia coba, iiihhhh&#8230;sedap juga. Jadilah Laksamana Mengamuk,&#8221; kisah Haji Nastra panjang lebar. Dengan logat Melayu yang cukup kental, cerita yang dipaparkannya cukup meyakinkan dan sedikit menggelikan.</p>
<p>Terlepas dari benar atau tidak alkisah itu, dari sisi nama kreatif juga yang menabalkannya. Segelas Laksamana Mengamuk seharga Rp 7.000 sudah tersedia. Aaaahhh&#8230;segar juga! Cukup melegakan tenggorokan di tengah teriknya cuaca Pekanbaru. Penasaran? Jika bertandang ke Bumi Melayu Lancang Kuning, mampirlah ke kawasan Cut Nyak Dien yang terletak di kompleks Kantor Gubernur Provinsi Riau.</p>
<p>Selain Laksamana Mengamuk, Anda juga bisa mencoba aneka minuman lain yang nama-namanya juga menarik. Misalnya Putri Indragiri dan Roti Jala Es Kuah Durian.</p>
<p>Kolding Durian</p>
<p>Bertandang ke Riau, katanya tak lengkap kalau tak mencicip durian. Sayangnya, keterbatasan waktu tak memungkinkan untuk menikmati waktu panjang di Pondok Durian. Menurut kisah seorang sopir taksi, durian di sana rasanya &#8220;oke&#8221; punya.</p>
<p>Daripada kecewa, merasakan makanan yang beraroma dan ada unsur duriannya, boleh juga dicoba. Masih di kawasan Cut Nyak Dien, kita juga akan menjumpai beberapa mobil menjual makanan dan minuman khas Riau. Seorang teman menyarankan agar mencicipi Kolding Durian alias Kolak Dingin Durian.</p>
<p>Isi kolaknya macam-macam lo, ada ketan (atau kata orang Sumatera &#8220;pulut&#8221;), pisang, kacang hijau, dan merah delima. Nah, di mana duriannya? Campuran kolak itu masih dicampur lagi dengan saus durian. Saus durian ini, menurut sang penjual, campuran daging durian dengan susu. Rasanya? Lamak nian, kata orang Melayu. Meski santan begitu kental terasa, tapi tetap segar karena ada campuran esnya.</p>
<p>&#8220;Kalau enggak pakai es, enggak segar,&#8221; kata Eddy, penjual yang mangkal di depan Kantor Badan Kepegawaian Daerah Riau.</p>
<p>Satu porsinya murah saja, Rp 7.000! Daripada hanya membayangkan lamaknya saja, mending dicoba, siapa tahu ada kesempatan bertandang ke Pekanbaru. Selamat mencoba!!</p>
<p>(<em>Sumber : http://travel.kompas.com/read/xml/2009/10/09/13243411/laksamana.mengamuk.apa.itu</em>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/personaltutorial.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/personaltutorial.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/personaltutorial.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/personaltutorial.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/personaltutorial.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/personaltutorial.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/personaltutorial.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/personaltutorial.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/personaltutorial.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/personaltutorial.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/personaltutorial.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/personaltutorial.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/personaltutorial.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/personaltutorial.wordpress.com/371/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=personaltutorial.wordpress.com&amp;blog=9646314&amp;post=371&amp;subd=personaltutorial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/23/laksamana-mengamuk-apa-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90154bf03f6ca45e455040f0b0889a6e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Admin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://personaltutorial.files.wordpress.com/2009/10/1300408p.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1300408p</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>5 Hal yang Melejitkan Orang-Orang (Biasa) Menjadi Sukses</title>
		<link>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/23/5-hal-yang-melejitkan-orang-orang-biasa-menjadi-sukses/</link>
		<comments>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/23/5-hal-yang-melejitkan-orang-orang-biasa-menjadi-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 07:19:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://personaltutorial.wordpress.com/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[KENAPA keberhasilan tampak begitu mudah menghampiri orang lain dan tidak pada diri anda? Kenapa orang lain tampak begitu gampang mendapat apapun yang diinginkannya, sedang anda sekalipun merasa sudah berusaha SANGAT keras, bahkan mungkin jungkir balik ke sana kemari namun yang didapat hanya secuil. Apa benar itu karena takdir? Apa mungkin mereka lebih beruntung dari anda? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=personaltutorial.wordpress.com&amp;blog=9646314&amp;post=367&amp;subd=personaltutorial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignright size-full wp-image-368" title="5-hal-yang-melejitkan-orang-orang-biasa-menjadi-sukses1" src="http://personaltutorial.files.wordpress.com/2009/10/5-hal-yang-melejitkan-orang-orang-biasa-menjadi-sukses1.jpg?w=145&#038;h=168" alt="5-hal-yang-melejitkan-orang-orang-biasa-menjadi-sukses1" width="145" height="168" />KENAPA</strong> keberhasilan tampak begitu mudah menghampiri orang lain dan tidak pada diri anda? Kenapa orang lain tampak begitu gampang mendapat apapun yang diinginkannya, sedang anda sekalipun merasa sudah berusaha SANGAT keras, bahkan mungkin jungkir balik ke sana kemari namun yang didapat hanya secuil.</p>
<p>Apa benar itu karena takdir? Apa mungkin mereka lebih beruntung dari anda?<span id="more-367"></span></p>
<p>Tentang orang-orang yang berhasil, dari pengamatan saya, mereka memiliki beberapa kesamaan:</p>
<ol>
<li><strong>Mencintai yang dilakukan.</strong> Orang-orang sukses biasanya berhasil di bidang yang dicintainya. Karena senang dengan yang dilakukannya, mereka akan menjalaninya dengan riang gembira. Tanpa ada paksaan. Itulah kenapa misalnya seorang seperti Ahmadun Yosi Herfanda dan Jonru bisa menjadi penyair dan penulis hebat. Karena mereka mencintai yang dilakukannya.<br />
Lakukan apa yang anda cintai. Makin anda lakukan, makin bersemangat dan nikmat menjalaninya.</li>
<li><strong>Berorientasi pada tujuan.</strong> Orang-orang sukses selalu berorientasi pada tujuan. Tahu mengapa harus melakukan sesuatu. Dan memfokuskan usahanya untuk mencapai tujuan itu.<br />
Ketahui dimana anda sekarang dan kemana akan melangkah, dan tahu bagaimana cara mencapainya. Selanjutnya just ACTION!</li>
<li><strong>Berkumpul di lingkungan orang sukses.</strong> Nasihat lama mengatakan kalau ingin harum berkumpullah dengan penjual minyak wangi. Berkumpul di lingkungan yang sesuai, bisa mendorong anda mencapai apa yang anda inginkan.</li>
<li><strong>Percaya diri.</strong> Orang-orang sukses memiliki kepercayaan diri. Tanpa ragu mereka akan mengatakan kepada orang di sekelilngnya mengenai tujuan-tujuannya. Mereka mengatakan apa saja yang akan mereka lakukan dan hasilkan.<br />
Jangan ragu, percayalah pada diri anda. Anda bisa!</li>
<li><strong>Bekerja keras dan cerdas.</strong> Sekalipun berbisnis internet yang tiap harinya hanya menghadap komputer, namun jangan dikira kita tak perlu kerja keras dan cerdas. Tanpa bermaksud apa-apa, sekalipun saya bisa saja tak bekerja apapun sepanjang waktu, namun tiap harinya saya tetap mengalokasikan waktu bekerja. Sekalipun ada beberapa karyawan yang membantu, saya tetap ACTION. Saya tak keberatan bangun tengah malam sekalipun untuk mengecek email, blog, dan situs web.<br />
Ya karena saya menyukainya. Saya mencintai apa yang saya lakukan. Saya cinta internet marketing.</li>
</ol>
<p>Keberhasilan, kesuksesan atau apapun namanya adalah sebuah proses. Proses yang tak datang hanya dengan sekali ucap “simsalabim” maka berubahlah segalanya. Sukses adalah buah dari komitmen dan proses terus menerus untuk mencapai sebuah tujuan. Seperti besi yang ditempa dalam api, sampai akhirnya menjadi pisau atau benda lain yang lebih berguna.</p>
<p>Kesetiaan menjalani proses itulah kuncinya. Meski klise, namun sampai sekarang terus terbukti sangat telak terhadap hasil akhir yang ingin kita capai.</p>
<p>Dalam hidup segala sesuatunya memang tak selalu berjalan sempurna. Namun bukan berarti kita harus terdiam dan menyerah berpangku tangan pada nasib.</p>
<p>Bangkit dan mari ACTION!</p>
<p>(<em>Sumber : http://www.jokosusilo.com/2009/03/26/5-hal-yang-melejitkan-orang-orang-biasa-menjadi-sukses/</em>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/personaltutorial.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/personaltutorial.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/personaltutorial.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/personaltutorial.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/personaltutorial.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/personaltutorial.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/personaltutorial.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/personaltutorial.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/personaltutorial.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/personaltutorial.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/personaltutorial.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/personaltutorial.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/personaltutorial.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/personaltutorial.wordpress.com/367/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=personaltutorial.wordpress.com&amp;blog=9646314&amp;post=367&amp;subd=personaltutorial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/23/5-hal-yang-melejitkan-orang-orang-biasa-menjadi-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90154bf03f6ca45e455040f0b0889a6e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Admin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://personaltutorial.files.wordpress.com/2009/10/5-hal-yang-melejitkan-orang-orang-biasa-menjadi-sukses1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">5-hal-yang-melejitkan-orang-orang-biasa-menjadi-sukses1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah EMAS</title>
		<link>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/23/sejarah-emas/</link>
		<comments>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/23/sejarah-emas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 06:17:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://personaltutorial.wordpress.com/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[TIDAK ada yang mengetahui secara pasti kapan sebenarnya Emas mulai pertama dikenal dan memiliki nilai. Menurut sejarah peradaban, Emas mulai dikenal manusia sejak manusia mulai berbudaya. Sebagai sesuatu yang mempunyai nilai tinggi, Emas mulai dikenal pada masa kekuasaan kekaisaran di Eropa yang kemudian diikuti dengan pencarian oleh sejumlah petualang dan penemu benua baru seperti Christoper [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=personaltutorial.wordpress.com&amp;blog=9646314&amp;post=362&amp;subd=personaltutorial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignright size-full wp-image-363" title="timthumb" src="http://personaltutorial.files.wordpress.com/2009/10/timthumb1.png?w=120&#038;h=120" alt="timthumb" width="120" height="120" />TIDAK</strong> ada yang mengetahui secara pasti kapan sebenarnya Emas mulai pertama dikenal dan memiliki nilai. Menurut sejarah peradaban, Emas mulai dikenal manusia sejak manusia mulai berbudaya. Sebagai sesuatu yang mempunyai nilai tinggi, Emas mulai dikenal pada masa kekuasaan kekaisaran di Eropa yang kemudian diikuti dengan pencarian oleh sejumlah petualang dan penemu benua baru seperti Christoper Columbus dan Vasco da Gamma yang pada ahirnya memulai masa imperialisme.</p>
<p>Namun jauh sebelum itu, Emas telah dikenal sejak 40 ribu tahun sebelum masehi. Sejumlah suku pedalaman sudah mengenal Emas dan dijadikan sebagai alat budaya khususnya perlengkapan spiritual kuno. <span id="more-362"></span>Dalam sejarah, masyarakat Mesir Kuno (Circa) tahun 1932 sebelum masehi mereka memakamkan Raja Tutankhamen dalam peti Emas seberat hampir 2.500 pound. Raja Croesus dari Lydia (kini merupakan wilayah Turki) pada 560 tahun sebelum Masehi memerintahkan pembuatan koin emas pertama dan peristiwa ini menandai sejarah emas sebagai alat untuk bertransaksi. Bangsa Romawi sendiri pada tahun 50 SM, mulai menggunakan koin Emas sebagai alat transaksi.</p>
<p>Sebagai komoditi pertambangan, Emas mempunyai sejarah yang sangat panjang. Diperkirakan sejarah penambangan Emas sudah dimulai sejak 2000-5000 tahun SM. Begitu panjangnya usia kegiatan pertambangan Emas tentunya juga banyak mengalami perubahan metoda, dimulai dengan cara pertambangan tradisional yaitu menggunakan gravitasi atau amalgamasi air raksa, kemudian motoda Sianida, flotasi dan heap leaching. Pertambangan Emas terbesar saat ini adalah Afrika Selatan, kendati demikian tidak berarti Afrika Selatan memilki cadangan emas terbesar. Sesuai sifatnya Emas memang tidak habis dikonsumsi, berbeda dengan komoditi lain yang habis dikonsumsi sehingga memungkinkan negara lain yang tidak memilki tambang Emas yang banyak tetapi justru memilki cadangan Emas yang besar, hal ini terkait dengan fungsi Emas sebagai cadangan devisa dan instrumen moneter serta investasi.</p>
<p>Emas Sebagai Alat Tukar<br />
Emas dalam bentuk koin sebagai alat tukar telah dimulai pada masa Raja Croesus dari Lydia (Turki) sekitar tahun 560 SM. Koin Emas juga digunakan sebagai alat tukar dimasa Kerajaan Romawi pada zaman pemerintahan Julius Caesar.<br />
Lahirnya Islam sebagai sebuah peradaban dunia yang dibawa dan disebarkan</p>
<p>Rasulullah Muhammad SAW telah memberikan perubahan yang cukup signifikan terhadap penggunaan emas sebagai mata uang (dinar) yang digunakan dalam aktivitas ekonomi dan perdagangan. Pada masa Rasulullah, ditetapkan berat standar dinar diukur dengan 22 karat emas, atau setara dengan 4,25 gram (diameter 23 milimeter). Standar ini kemudian dibakukan oleh World Islamic Trading Organization (WITO), dan berlaku hingga sekarang.</p>
<p>1 Koin Dinar Emas = 4,25 gram Emas 22 Karat</p>
<p>Perkembangan perdagangan yang makin pesat menuntut penggunaan alat tukar yang lebih fleksibel, ringan dan mudah dibawa tanpa mengurangi nilai; mendorong diciptakannya uang kertas atau uang Fiat. Pada mulanya uang kertas yang dicetak harus disertai dengan penjaminan, jaminan atas uang kertas yang dicetak ini berupa Emas (cadangan Devisa Emas). Sebuah negara tidak bisa sembarangan mencetak uang kertas tanpa jaminan stok Emas yang memadai. Inilah yang kemudian dikenal dengan Standar Emas dan momentum ini ditandai dengan ditanda-tanganinya perjanjian Bretton Woods tahun 1994 yang didukung oleh tidak kurang dari 44 negara.</p>
<p>Menurut perjanjian Bretton Wood, masing-masing negara mematok mata uang kertasnya terhadap USD Dolllar dengan jaminan Emas, yaitu, USD 35 dijamin dengan satu ounce Emas. Perjanjian atau standar Emas ini berlangsung 27 tahun hingga tahun 19971, dimana pada tahun 1971 pemerintah Amerika Serikat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi akibat perang vietnam tidak mampu lagi mempertahankan jaminan atas uang kertas dengan cadangan Emas yang dimilikinya, akibat besarnya aliran penukaran US Dollar dengan Emas, sehingga mendorong pemerintah AS memutuskan tidak lagi menjamin US Dollar dengan Emas, sejak itu mata uang kertas tidak lagi dijamin dengan Emas tetapi ditentukan oleh kepercayaan yang didukung oleh ketersediaan cadangan devisa (Emas dan valuta asing) yang dimiliki bank sentral masing-masing negara dan supply-demand yang ditentukan kondisi fundamental ekonomi masing-masing negara.</p>
<p>Dampak Penghapusan Standar Emas<br />
Saat ini perekonomian global sangat tergantung pada Dollar Amerika. Perekonomian global terbentuk untuk menghasilkan barang dan jasa semurah mungkin untuk dikonsumsi oleh Amerika sebagai negara yang paling besar menyerap produksi dan negara yang paling konsumtif.</p>
<p>Dollar Amerika kemudian menjadi pengganti Emas dan secara de facto merupakan fundamental dari sistem moneter global di seluruh pelosok dunia, segala sesuatu yang memiliki nilai selalu diukur dan dibandingkan dengan Dollar, bukan lagi Emas…</p>
<p>Kondisi ini membuat siapapun yang menggunakan Dollar terpaksa ikut terkena dampak dari setiap pergerakan Dollar, termasuk menanggung hutang dan defisit bangsa Amerika. Ekonomi global makin bergantung pada perekonomian Amerika, sementara rumah tangga Amerika itu sendiri sekarang tergantung pada penurunan nilai Dollar. Memang sebelum perang Vietnam, Amerika memiliki posisi keuangan yang kokoh dan memegang lebih dari separo cadangan devisa dunia waktu itu. Saat ini… situasi sudah berubah jauh. Bangsa Amerika sangat menggantungkan tabungan dari negara-negara lain untuk membiayai hutang dan defisit keuangan mereka. Lebih dari 60% sirkulasi Dollar berada di luar Amerika dan sebagian besar obligasi pemerintah Amerika dimiliki oleh asing – khususnya China dan Jepang.</p>
<p>Para pencinta Emas (GoldBugs) sangat meyakini akan kejatuhan Dollar Amerika di masa mendatang, bahkan mungkin tidak lama lagi.  Jika nilai Dollar jatuh, maka mata uang kebanggaan Paman Sam itu akan menjadi lembaran tak berharga. Lihatlah… beberapa waktu yang lalu (2008) harga Emas dunia sudah berputar-putar diangka USD 1.000 per troy ons, saat tulisan ini dibuat (Maret 2009) harga Emas mencapai USD 950 per troy ons. Bukan tidak mungkin kejatuhan Dollar sudah diambang pintu…</p>
<p>(<em>Sumber : http://www.semuasaudara.com/umum/2009/04/sejarah-emas/</em>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/personaltutorial.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/personaltutorial.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/personaltutorial.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/personaltutorial.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/personaltutorial.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/personaltutorial.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/personaltutorial.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/personaltutorial.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/personaltutorial.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/personaltutorial.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/personaltutorial.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/personaltutorial.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/personaltutorial.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/personaltutorial.wordpress.com/362/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=personaltutorial.wordpress.com&amp;blog=9646314&amp;post=362&amp;subd=personaltutorial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/23/sejarah-emas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90154bf03f6ca45e455040f0b0889a6e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Admin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://personaltutorial.files.wordpress.com/2009/10/timthumb1.png" medium="image">
			<media:title type="html">timthumb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>7 Hukum Alam Semesta</title>
		<link>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/23/7-hukum-alam-semesta/</link>
		<comments>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/23/7-hukum-alam-semesta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 06:01:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://personaltutorial.wordpress.com/?p=359</guid>
		<description><![CDATA[ALAM semesta ternyata banyak memberikan kita pembelajaran. Mencermati pola-pola dan hukum yang terjadi di alam ini, membuat kita dapat mengambil makna kehidupan yang penting untuk pengembangan diri kita sendiri maupun orang lain. Berikut ini Tujuh Hukum Alam Semesta yang penting untuk kita ketahui, disarikan dari buku The Eureka Principle karangan Colin Turner (pengarang buku bestseller [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=personaltutorial.wordpress.com&amp;blog=9646314&amp;post=359&amp;subd=personaltutorial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-360" title="timthumb" src="http://personaltutorial.files.wordpress.com/2009/10/timthumb.png?w=120&#038;h=120" alt="timthumb" width="120" height="120" /><strong>ALAM</strong> semesta ternyata banyak memberikan kita pembelajaran. Mencermati pola-pola dan hukum yang terjadi di alam ini, membuat kita dapat mengambil makna kehidupan yang penting untuk pengembangan diri kita sendiri maupun orang lain.</p>
<p>Berikut ini Tujuh Hukum Alam Semesta yang penting untuk kita ketahui, disarikan dari buku The Eureka Principle karangan Colin Turner (pengarang buku bestseller Born to Succeed)<span id="more-359"></span></p>
<p><strong>Hukum Sebab dan Akibat</strong><br />
Hukum ini merupakan hukum kehidupan yang fundamental. Segala sesuatu yang terjadi pada diri kita memiliki sebab khusus. Pemikiran adalah sebab, dan kondisi adalah akibatnya. Maka apapun pemikiran yang Anda tebarkan akan berkulminasi pada suatu tindakan yang menimbulkan akibat. Inilah padanan mental dari hukum fisika Newton bahwa “setiap aksi akan menimbulkan reaksi yang sebanding dan berkebalikan”, dan hukum ini berlaku dengan prinsip yang sama.</p>
<p>Karena hukum alam tidak bisa dipastikan, maka penting bagi Anda untuk mengingat apa yang Anda inginkan dan bukan apa yang tidak Anda inginkan. Kualitas berbagai hubungan, misalnya, merupakan hasil dari apa yang telah Anda tebarkan dalam hubungan-hubungan tersebut.</p>
<p><strong>Hukum Daya Tarik</strong><br />
Apa yang secara dominan Anda pikirkan akan menarik orang-orang dan lingkungan yang harmonis dengan pikiran-pikiran itu ke dalam kehidupan (seperti yang dikatakan dalam Law of Attraction). Secara metafisik, makin besar vibrasi yang Anda keluarkan, makin besar daya tariknya. Proses ini mirip dengan Hukum Resonansi.</p>
<p>Anda selalu menarik semua hal yang Anda pikirkan, baik itu positif maupun negatif. Akal sehat senantiasa mengatakan apa yang sebaiknya Anda kerjakan, meskipun seringkali terdapat kesepakatan yang mencegah Anda untuk melakukannya.</p>
<p><strong>Hukum Kreativitas</strong><br />
Di luar dua energi interaktif, yin dan yang, jantan dan betina, muncul energi yang ketiga. Terdapat pasokan ide yang melimpah ruah, yang siap untuk Anda ubah, dan seluruhnya secara dramatis akan mengembangkan potensi, kebahagiaan, dan sukses Anda. Segala hal yang tercipta di dunia ini adalah hasil interaksi kedua energi yang saling bertentangan, tapi saling melengkapi. Keduanya berada dalam diri kita, tapi hanya akan efektif jika dimanfaatkan dan diseimbangkan.</p>
<p><strong>Hukum Substitusi</strong><br />
Anda tidak bisa sekadar berhenti melakukan sesuatu. Keinginan kuat atau ketetapan hati sebesar apapun tidak akan tahan dengan kekosongan atau kevakuman yang terjadi terus- menerus. Untuk menghentikan suatu kebiasaan atau sikap, Anda mesti mencari penggantinya. Gantikan pemikiran tentang apa yang tidak Anda inginkan dengan pemikiran tentang apa yang Anda inginkan. Tidak ada sesuatu yang bisa menghilang sama sekali: sesuatu tersebut harus digantikan atau disalurkan ulang dengan substitusi.</p>
<p><strong>Hukum Pelayanan</strong><br />
Berhentilah melayani orang lain dengan cara yang sebenarnya tidak Anda inginkan, karena imbalan yang Anda peroleh akan selalu sama dengan pelayanan Anda. Memberi perlakuan kepada orang lain di balik meja dengan cara yang sama dengan di depan meja, pada akhirnya akan berlangsung dengan prinsip yang sama. Anda akan selalu diimbali dengan proporsi yang persis sama dengan nilai dari layanan Anda kepada orang lain.</p>
<p><strong>Hukum Penggunaan</strong><br />
Kekuatan alami apapun, bakat atau talenta, akan mengalami kemandekan jika tidak digunakan. Sebaliknya, akan menjadi semakin kuat jika makin sering dimanfaatkan. Ilustrasi yang sangat baik digambarkan dalam kisah seorang tua yang memperlihatkan kepada Rossetti -si pelukis terkenal- beberapa lukisan yang baru saja dibuatnya pada masa pensiun. Rossetti dengan sopan menjawab bahwa lukisan-lukisan itu biasa-biasa saja. Si lelaki tua kemudian memperlihatkan beberapa lukisan lain yang dibuat oleh seseorang yang lebih muda. Rossetti langsung memuji dan mengatakan bahwa di pelukis ini tentu sangat berbakat. Melihat orang tua itu memperlihatkan gejolak emosi, Rossetti pun bertanya apakah yang melukis itu anaknya. “Bukan. Itu lukisan saya sendiri sewaktu muda. Tapi saya tergoda untuk melakukan hal yang lain dan melupakan bakat melukis saya”, jawab si lelaki tua.</p>
<p>Bakat si lelaki tua telah melenyap. Manfaatkanlah, atau Anda akan kehilangan kekuatan alami itu.</p>
<p><strong>Hukum Tujuh</strong><br />
Urut-urutan kejadian berjalan mengikuti Hukum Tujuh atau Hukum Oktaf. Saat not atau nada dasar dimainkan, setiap not diulang bunyinya beberapa kali dan kemudian menghilang intensitasnya. Hukum Tujuh berarti bahwa tidak ada kekuatan yang terus-menerus bekerja dengan arah yang sama. Setiap kekuatan bekerja dalam kurun waktu tertentu, kemudian menghilang intensitasnya, lalu berubah arah atau mengalami perubahan internal.</p>
<p>Tidak satu pun di alam ini yang berkembang mengikuti garis yang lurus. Dan demikian pula dengan kehidupan Anda. Tapi setelah Anda bisa menyesuaikan diri dengan prinsip-prinsip i tu, Anda mengalir mengikuti arusnya, bukannya berlawanan.</p>
<p>Hukum Tujuh memperlihatkan bahwa tak ada satu pun kekuatan yang cuma berkembang ke satu arah, dan bahwa energi terus berkembang bahkan di tengah rintangan dan interval. Sebagaimana oktaf, segala sesuatu dalam kehidupan ini berjalan dengan vibrasi. Tanpa vibrasi takkan ada gerakan, dan dengan demikian tak ada aktivitas yang bisa berjalan dengan cara apa pun juga.</p>
<p>Nah, saatnya kita memanfaatkan keinginan, potensi, bakat dan talenta diri kita untuk mencapai hidup yang sepenuhnya. dengan belajar dari hukum dan prinsip-prinsip yang sudah diajarkan sendiri oleh alam semesta ini.</p>
<p>(<em>Sumber : http://www.semuasaudara.com/motivasi/2009/07/7-hukum-alam-semesta/</em>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/personaltutorial.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/personaltutorial.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/personaltutorial.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/personaltutorial.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/personaltutorial.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/personaltutorial.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/personaltutorial.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/personaltutorial.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/personaltutorial.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/personaltutorial.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/personaltutorial.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/personaltutorial.wordpress.com/359/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/personaltutorial.wordpress.com/359/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/personaltutorial.wordpress.com/359/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=personaltutorial.wordpress.com&amp;blog=9646314&amp;post=359&amp;subd=personaltutorial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/23/7-hukum-alam-semesta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90154bf03f6ca45e455040f0b0889a6e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Admin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://personaltutorial.files.wordpress.com/2009/10/timthumb.png" medium="image">
			<media:title type="html">timthumb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Batik, Khazanah Budaya Nusantara</title>
		<link>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/11/batik-khazanah-budaya-nusantara/</link>
		<comments>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/11/batik-khazanah-budaya-nusantara/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 03:20:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://personaltutorial.wordpress.com/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[INDONESIA sangat kaya akan batik. Beragam corak dan jenis batik bisa ditemukan dari bagian barat hingga timur Pulau Jawa. Secara garis besar, batik Jawa bisa dikelompokkan menjadi batik Keraton Jawa dan batik pantai utara Jawa. Ada dua macam batik Keraton Jawa, yaitu batik Yogyakarta dan batik Solo. Warna batik tradisional adalah biru-hitam, merah-cokelat atau soga, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=personaltutorial.wordpress.com&amp;blog=9646314&amp;post=347&amp;subd=personaltutorial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignright size-medium wp-image-348" title="090902bbatik-depan" src="http://personaltutorial.files.wordpress.com/2009/10/090902bbatik-depan.jpg?w=300&#038;h=225" alt="090902bbatik-depan" width="300" height="225" />INDONESIA</strong> sangat kaya akan batik. Beragam corak dan jenis batik bisa ditemukan dari bagian barat hingga timur Pulau Jawa. Secara garis besar, batik Jawa bisa dikelompokkan menjadi batik Keraton Jawa dan batik pantai utara Jawa. Ada dua macam batik Keraton Jawa, yaitu batik Yogyakarta dan batik Solo.</p>
<p>Warna batik tradisional adalah biru-hitam, merah-cokelat atau soga, serta putih. Warna biru-hitam melambangkan keabadian, warna putih melambangkan hidup atau sinar kehidupan dan warna merah-soga memberikan arti kebahagiaan.<span id="more-347"></span></p>
<p>Di Yogyakarta khususnya, warna batik tradisional adalah biru-hitam, serta soga cokelat dan putih dari pewarna alam. Biru-hitam diambil dari daun tanaman indigofera yang disebut juga nila atau tom yang difermentasi. Sementara warna soga atau cokelat diambil dari campuran kulit pohon tinggi warna merah, kulit pohon jambal warna merah cokelat, dan kayu tegeran warna kuning. Karakter motif batik Yogya adalah tegas, formal, sedikit kaku, dan patuh pada pakem. Semua bentuk motif memiliki makna.</p>
<p>Batik Solo terkenal dengan corak dan pola tradisionalnya baik untuk batik cap maupun batik tulis. Bahan-bahan yang dipergunakan untuk pewarnaan banyak memakai bahan-bahan dalam negeri seperti soga Jawa yang sudah terkenal sejak dulu. Polanya yang terkenal adalah Sidomukti dan Sidoluruh. Batik Solo memiliki warna dominan cokelat soga kekuningan. Motifnya lebih luwes, variatif dan berwarna-warni. Walau berbeda dalam pewarnaannya, kedua batik ini sama-sama menggunakan ukel dan semen-semen.</p>
<p>Konon, karakter yang berbeda antara batik Yogya dan Solo ini berkaitan dengan sikap politik yang berbeda dari Keraton Yogya dan Solo. Keraton Yogya anti-kolonial, sementara keraton Solo pro-kolonial. Hubungan dekat Keraton Solo dengan bangsa Belanda mempengaruhi corak batik mereka menjadi lebih bebas dan luwes, tidak kaku. Sementara Keraton Yogya, yang tegas melawan Belanda, corak batiknya pun tegas.</p>
<p>Penggunaan kain batik ini pun berbeda-beda. Di Keraton Yogya, terdapat pakem mengenai penggunaan kain batik ini. Untuk acara perkawinan, kain batik yang digunakan haruslah bermotif Sidomukti, Sidoluhur, Sidoasih, Taruntum, ataupun Grompol. Sedangkan untuk acara &#8220;mitoni&#8221; (memperingati tujuh bulanan), kain batik yang boleh dikenakan adalah kain batik bermotif Picis Ceplok Garudo, Parang Mangkoro, atau Gringsing Mangkoro.</p>
<p>Beberapa contoh motif batik klasik Yogyakarta antara lain motif parang, geometri, banji, tumbuhan menjalar, tumbuhan air, bunga, dan satwa.</p>
<p>Batik pantai utara Jawa memiliki karakter yang sangat berbeda dengan batik Solo dan Yogyakarta. Masyarakat pantai utara seperti di Cirebon, Pekalongan, Lasem, Semarang, Tuban, dan Kudus adalah masyarakat kota pelabuhan yang banyak berinteraksi dengan bangsa asing.</p>
<p>Batik yang dibuat di wilayah ini banyak dipengaruhi oleh kain sari yang dibawa oleh para pedagang dari India. Para wanita Belanda yang mengikuti suami mereka bertugas juga memberikan pengaruh pada motif batik sesuai selera mereka, yaitu dengan motif bunga. Demikian juga dengan para wanita keturunan Cina.</p>
<p>Batik pantai utara memiliki warna-warna cerah dan banyak mengeksplorasi motif bunga. Yang unik, batik Cirebon, Jawa Barat, dan Semarang, Jawa Tengah, sering menampilkan gambar manusia, binatang, kapal, rumah, dan bentuk-bentuk lain yang mirip karikatur. Ciri khas batik Cirebon sebagian besar bermotifkan gambar lambang hutan dan margasatwa. Sedangkan motif laut dipengaruhi oleh pemikiran bangsa Cina akibat Kesultanan Cirebon dahulu pernah menyunting putri Cina. Ada pula batik Cirebonan yang bergambar garuda karena dipengaruhi oleh motif batik Solo dan Yogyakarta.</p>
<p>Perjumpaan masyarakat Pekalongan, Jawa Tengah, dengan berbagai bangsa seperti Cina, Belanda, Arab, India, Melayu, dan Jepang pada masa lalu juga telah mewarnai dinamika pada motif dan tata warna seni batik di sini. Beberapa jenis motif batik pengaruh berbagai negara itu kemudian dikenal sebagai identitas batik Pekalongan. Motif itu adalah batik Jlamprang diilhami India dan Arab, batik Encim dan Klangenan dipengaruhi peranakan Cina, batik Belanda, batik Pagi Sore, dan batik Hokokai yang tumbuh pesat sejak pendudukan Jepang.</p>
<p>Warna cerah dan motif beragam membuat batik Pekalongan maju pesat. Berbeda dengan batik Solo dan Yogyakarta, batik Pekalongan terlihat lebih dinamis lantaran permainan motif yang lebih bebas. Media kainnya pun bermacam-macam. Tidak hanya katun dan kaos, sutera juga menjadi andalan batik Pekalongan saat bersaing di luar negeri. Motif Jlamprang, Sekarjagat, atau motif khas lainnya, menjadi berkelas ketika dituangkan dalam bahan baku sutera.</p>
<p>Lasem, Jawa Tengah, juga dikenal sebagai kota yang memproduksi batik. Salah satu produk unggulan yang dimilikinya ialah batik tulis. Karena diproduksi di Lasem maka kemudian populer dengan sebutan Batik Lasem. Batik Lasem berbeda dengan batik Solo atau Yogyakarta. Gaya dan corak sangat kental dengan nuansa pesisiran yang hampir mirip dengan gaya batik Pekalongan.</p>
<p>Proses awal batik Lasem dibawa oleh saudagar Cina yang menetap di Lasem. Beberapa motif yang dikenal antara lain motif Ceplok Latoh, Watu Pecah, Ceplok Piring, Sekar Jagat, Terang Bulan, Naga Kricak, Sekar Jagat Es The, dan Kawung Lerek Sekar Paksi.</p>
<p>Motif batik yang tak mau ketinggalan dan kini sedang naik daun, adalah Batik Madura. Batik Madura memiliki ragam warna dan motif yang tidak kalah dengan produksi daerah lain. Maklum, batik Madura menggunakan pewarna alami sehingga warnanya cukup mencolok. Pewarnaan kain Madura yang menggunakan bahan alami dari tumbuh-tumbuhan, seperti kayu jambal, kulit buah jelawe, akar mengkudu, yang membuat kain ini semakin menarik untuk dilihat. Kain-kain itu dibuat melalui proses pembatikan dengan tangan dalam rentang waktu antara delapan bulan hingga satu tahun.</p>
<p>Selain warna yang mencolok, seperti kuning, merah atau hijau, batik Madura juga memiliki perbendaharaan motif yang beragam. Misalnya, pucuk tombak, belah ketupat, dan rajut. Bahkan, ada sejumlah motif mengangkat aneka flora dan fauna yang ada dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Madura. Biasanya, motif fauna seperti ikan dan hewan laut lainnya, banyak ditemukan di kawasan Bangkalan, Madura. Sedangkan motif flora, banyak dijumpai di wilayah Pamekasan dan Sumenep.</p>
<p>(<em>Sumber : http://berita.liputan6.com/liputanpilihan/200910/246143/Batik.Khazanah.Budaya.Nusantara</em>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/personaltutorial.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/personaltutorial.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/personaltutorial.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/personaltutorial.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/personaltutorial.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/personaltutorial.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/personaltutorial.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/personaltutorial.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/personaltutorial.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/personaltutorial.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/personaltutorial.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/personaltutorial.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/personaltutorial.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/personaltutorial.wordpress.com/347/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=personaltutorial.wordpress.com&amp;blog=9646314&amp;post=347&amp;subd=personaltutorial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/11/batik-khazanah-budaya-nusantara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90154bf03f6ca45e455040f0b0889a6e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Admin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://personaltutorial.files.wordpress.com/2009/10/090902bbatik-depan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">090902bbatik-depan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setting Email Di Telepon Genggam</title>
		<link>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/11/setting-email-di-telepon-genggam/</link>
		<comments>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/11/setting-email-di-telepon-genggam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 03:14:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://personaltutorial.wordpress.com/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[WALAU belum bisa bersaing dengan SMS, Email di telepon genggam semakin populer saja. Padahal jika dihitung-hitung fasilitas yang mengandalkan internet ini bisa lebih murah. Namanya “Push Mail”. Jika ada pesan baru akan langsung masuk ke ponsel layaknya SMS. Bagi teman-teman yang menggunakan email di Gmail.com, Yahoo.co.id dan email perusahaan/pribadi bisa menggunakan fasilitas ini dengan gratis, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=personaltutorial.wordpress.com&amp;blog=9646314&amp;post=345&amp;subd=personaltutorial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>WALAU</strong> belum bisa bersaing dengan SMS, Email di telepon genggam semakin populer saja. Padahal jika dihitung-hitung fasilitas yang mengandalkan internet ini bisa lebih murah. Namanya “Push Mail”. Jika ada pesan baru akan langsung masuk ke ponsel layaknya SMS. Bagi teman-teman yang menggunakan email di Gmail.com, Yahoo.co.id dan email perusahaan/pribadi bisa menggunakan fasilitas ini dengan gratis, asal email Anda mendukung layanan POP3/SMTP.<span id="more-345"></span></p>
<p>Bagaimana setting/configurasi agar dapat menggunakan fasilitas ini, Berikut yang teman-teman harus dilakukan:</p>
<p>1. Gmail</p>
<p>Email : user@gmail.com<br />
Password : 123456</p>
<p>Maka settingnya adalah sebagai berikut:</p>
<p>Mailbox name : Gmail<br />
Akses point : Pilih sesuai dengan operator Anda (misal: gprstelkomsel)<br />
Alamat email : user@gmail.com<br />
Username : user@gmail.com<br />
Password : 123456<br />
Outgoing Mail server : smtp.gmail.com<br />
Incoming Mail server : pop.gmail.com<br />
Mailbox type : POP3<br />
Incoming Port : 995<br />
Outgoing Port : 465<br />
SSL : ON<br />
Authentication : On</p>
<p>2. Yahoo.co.id</p>
<p>Email : user@yahoo.co.id<br />
Password : 123456</p>
<p>Maka settingnya adalah sebagai berikut:</p>
<p>Mailbox name : Yahoo<br />
Akses point : Pilih sesuai dengan operator Anda (misal: gprstelkomsel)<br />
Alamat email : user@yahoo.co.id<br />
Username : user<br />
Password : 123456<br />
Outgoing Mail server : smtp.mail.yahoo.co.id<br />
Incoming Mail server : pop.mail.yahoo.co.id<br />
Mailbox type : POP3<br />
Incoming Port : 995<br />
Outgoing Port : 465<br />
SSL : ON<br />
Authentication : On</p>
<p>Untuk informasi bahwa, yahoo.com tidak bisa dipakai untuk Outlook Xxpress, artikel di atas hanya untuk yahoo yang support POP3 seperti, Yahoo.co.uk, yahoo.com.sg, yahoo.co.id, yahoo.fr.</p>
<p>3.Email perusahaan/pribadi</p>
<p>perusahaan.info</p>
<p>Email : user@perusahaan.info<br />
Password : 123456</p>
<p>Maka settingnya adalah sebagai berikut:</p>
<p>Mailbox name : perusahaan<br />
Akses point : Pilih sesuai dengan operatormu (misal: gprstelkomsel)<br />
Alamat email : user@perusahaan.info<br />
Username : user@perusahaan.info<br />
Password : 123456<br />
Outgoing Mail server : mail.perusahaan.info<br />
Incoming Mail server : mail.perusahaan.info<br />
Mailbox type : POP3<br />
Incoming Port : 110<br />
Outgoing Port : 25<br />
SSL : Off<br />
Authentication : On</p>
<p>Catatan kalau dengan “@” tidak dapat akses, Anda bisa gunakan “%” atau”+”.</p>
<p>Setting di atas berlaku secara umum dan untuk semua jenis ponsel. Jadi hanya perlu disesuaikan saja dengan jenis/tipe telepon genggam. Jika menggunakan email perusahaan/pribadi, silakan tanyakan langsung ke bagian teknologi informasi perusahaan tempat Anda bekerja mengenai setting hosting untuk Incoming Mail Server dan Outgoing Mail Server-nya.</p>
<p>(<em>Sumber : http://blog.liputan6.com/2008/11/20/setting-email-di-telepon-genggam-anda/</em>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/personaltutorial.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/personaltutorial.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/personaltutorial.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/personaltutorial.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/personaltutorial.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/personaltutorial.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/personaltutorial.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/personaltutorial.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/personaltutorial.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/personaltutorial.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/personaltutorial.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/personaltutorial.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/personaltutorial.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/personaltutorial.wordpress.com/345/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=personaltutorial.wordpress.com&amp;blog=9646314&amp;post=345&amp;subd=personaltutorial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/11/setting-email-di-telepon-genggam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90154bf03f6ca45e455040f0b0889a6e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Katak Hendak Jadi Lembu</title>
		<link>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/11/katak-hendak-jadi-lembu/</link>
		<comments>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/11/katak-hendak-jadi-lembu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 03:07:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://personaltutorial.wordpress.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[SUATU ketika di sebuah kandang lembu ada seekor katak batu yang rupanya rajin mengamati si lembu betina yang pendiam dari balik bongkahan batu. Setiap hari si katak melihat pemilik lembu selalu memberikan makanan rumput segar, memandikan, dan mengajaknya jalan ke padang rumput hijau nan luas. Pada suatu kesempatan, katak batu itu mendekati si lembu betina [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=personaltutorial.wordpress.com&amp;blog=9646314&amp;post=342&amp;subd=personaltutorial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUATU</strong> ketika di sebuah kandang lembu ada seekor katak batu yang rupanya rajin mengamati si lembu betina yang pendiam dari balik bongkahan batu. Setiap hari si katak melihat pemilik lembu selalu memberikan makanan rumput segar, memandikan, dan mengajaknya jalan ke padang rumput hijau nan luas.</p>
<p>Pada suatu kesempatan, katak batu itu mendekati si lembu betina yang sedang makan. Katanya dengan nada sinis, “Hai, lembu. Enak sekali hidupmu. Setiap hari kau selalu mendapat perhatian dari manusia dan juga selalu dikasih makan. Kau selalu dirawat dan diajak jalan-jalan di padang rumput hijau. Semua itu apa karena badanmu yang besar?”<span id="more-342"></span></p>
<p>Si lembu betina tak menjawab, ia terus makan dan makan. Sambil sesekali kepalanya menggeleng kiri kanan mengusir lalat-lalat yang mengerubungi makanannya. Karena si lembu betina tak juga menjawab, maka katak batu itu menghardiknya lagi. Kali ini dengan nada suara lebih keras lagi. “Hai…lembu dungu. Kalau hanya karena badanmu yang besar, kau mendapat perhatian manusia maka aku pun mampu menyamai besar tubuhmu. Nih…lihatlah!”</p>
<p>Si katak batu itu lalu segera memperagakan diri di hadapan lembu betina. Katak batu itu menggelembungkan badannya. Bermula dari perut, kemudian leher, kaki, dan seterusnya. Perut katak batu itu sedikit demi sedikit membesar, dan kemudian terlihat begitu besar. Namun setelah membesarkan perut dan leher, rupanya badannya tak juga bisa menyamai lembu. Si katak batu sangat penasaran, karena badannya belum juga mampu menyamai besarnya lembu itu. Perutnya terus digelembungkan lagi dan lagi… Akibatnya perut itu meletus. Isi perut berhamburan ke mana-mana. Si katak batu itu pun mati dengan kondisi yang sangat mengenaskan.</p>
<p>Melihat katak batu yang malang itu telah mati, si lembu betina pun tak mampu menahan kesedihan. Tapi ia juga tak bisa berbuat banyak. Si lembu betina itu tahu bahwa dirinya tak memiliki kuasa apa pun atas hidup.</p>
<p>***</p>
<p>Kata orang bijak, kerendahan hati adalah prinsip dasar orang beriman kepada Yang Maha Kuasa Sang Pencipta alam semesta. Dari kerendahan hati itulah munculnya ketulusan dan pengakuan diri, bahwa manusia hanyalah seonggok daging tak berdaya atau debu halus di hadapan Sang Khalik.</p>
<p>Sementara kesombongan adalah upaya penyangkalan diri manusia atas ketidakberdayaan raga dan spiritual di hadapan Yang Ilahi. Kesombongan menjadi semacam kompensasi psikologis untuk menutupi ketidakmampuan diri, yang kadang tersimpan dalam dunia alam bawah sadar. Kesombongan diri seseorang muncul, biasanya bertujuan agar diakui eksistensinya. Terutama di lingkungan sosialnya. Kesombongan dan keangkuhan merupakan saudara kembar.</p>
<p>Seorang psikolog terkenal asal Austria Alfred Adler (1870-1937) mengatakan, bahwa kesombongan itu pada dasarnya merupakan sikap mengutamakan diri sendiri. Adler menyebutnya sebagai self centered. Semuanya berpusat pada diri sendiri. Kalangan orang beriman alim ulama memposisikan egoisme sebagai awal dari dosa. Egosentrisme menjadi akar dari dosa. Manusia terjerumus ke dalam dunia hitam kelam karena terlalu mengagungkan ke-aku-annya. Aku merasa paling benar, paling bersih, paling hebat, paling suci, paling berkuasa, dan berbagai predikat superlatif lainnya. Peperangan, kerusuhan, kriminalitas, aniaya, dan kesengsaraan acapkali bermula dari sana.</p>
<p>Kerendahan hati dan kesombongan berjalan seiring dalam dunia yang sama, meski berbeda kharakter dan motivasi dasarnya. Tapi kadang, kesombongan bersembunyi di balik ‘kerendahan hati’ sehingga menjadi seolah-olah rendah hati. Padahal jauh di lubuk hati, ingin dipuji dan diakui ke-ego-annya. Sejatinya, kerendahan hati akan terus bertahan. Sementara kesombongan akan terkuak bersama perjalanan sang waktu.</p>
<p>Apa itu kerendahan hati dan mengapa manusia harus rendah hati? Mengapa orang tak boleh sombong?</p>
<p>Seorang guru kebijaksanaan yang juga seorang sufi dari timur menggambarkan kerendahan hati itu dalam simbol anak kecil. Anak adalah lambang ketulusan hati, ketidakberdayaan, dan kejujuran. Tingkat ketulusan, kepolosan anak kecil dan kejujurannya tak bisa disangkal lagi. Begitu tulus, jujur, dan bersihnya pribadi anak-anak, hingga para cerdik pandai menyebut anak-anak bagai tabularasa. Suatu lembar kertas putih bersih yang apa pun bisa ditorehkan di sana. Menurut sang guru, hanya manusia yang memiliki level kesucian, ketulusan, kepasrahan, dan kejujuran seperti anak kecil itulah yang pantas berhubungan dekat dan berada dalam pangkuan Sang Khalik.</p>
<p>Ketidakberdayaan anak kecil, kata sang guru, adalah lambang ketidakmampuan manusiawi yang akan malahirkan kepasrahan diri secara total tanpa syarat kepada Sang Pencipta. “Lihatlah, betapa anak kecil itu hidupnya sangat bergantung sepenuhnya pada orangtuanya, ibu dan ayahnya. Begitu pula seharusnya manusia di hadapan Sang Pencipta,” kata sang guru pada suatu kesempatan.</p>
<p>Menurut sang guru kebijaksanaan yang juga sufi itu, sebenarnya tak ada dasar dan alasan apa pun bagi manusia untuk menyombongkan diri. Fakta ilmiah menyatakan bahwa manusia adalah bagian kecil dari makhluk hidup yang ada di atas bumi. Hidup manusia berdampingan dengan makhluk hidup lainnya dan saling bergantung. Manusia tak mungkin hidup sendiri. Ketergantungan manusia sangat tinggi pada kehidupan lain di sekitarnya. Bumi tempat manusia hidup pun, jika dibandingkan dengan planet-planet lain dalam susunan tata surya, hanyalah bagian kecil dari semesta raya. “Jika bumi saja hanyalah bagian kecil atau bahkan hanya merupakan debu kosmis di alam semesta raya yang mahaluas, lalu bagaimana dengan manusia? Nah, sekarang bayangkanlah bagaimana agungnya Sang Pencipta alam semesta itu. Masihkah manusia bisa membusungkan dada tentang dirinya di hadapan Sang Pencipta?” kata sang guru.</p>
<p>Setiap saat manusia dalam berbagai kepercayaan dan keyakinannya yang amat beragam diberikan kesempatan untuk berintrospeksi, melalui bermacam-macam peristiwa dan acara keagamaan. Tujuannya refleksi diri ke dalam batin masing-masing. Masih pantaskah menyombongkan diri di hadapan orang lain dan terlebih-lebih di hadapan Yang Maha Kuasa? Mungkin ada baiknya, mulai detik ini kita mulai meneliti diri, apakah kita sudah rendah hati dan tidak sombong?</p>
<p>(<em>Sumber : http://blog.liputan6.com/2009/09/22/kerendahan-hati-dan-kesombongan/</em>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/personaltutorial.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/personaltutorial.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/personaltutorial.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/personaltutorial.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/personaltutorial.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/personaltutorial.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/personaltutorial.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/personaltutorial.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/personaltutorial.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/personaltutorial.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/personaltutorial.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/personaltutorial.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/personaltutorial.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/personaltutorial.wordpress.com/342/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=personaltutorial.wordpress.com&amp;blog=9646314&amp;post=342&amp;subd=personaltutorial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/11/katak-hendak-jadi-lembu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/90154bf03f6ca45e455040f0b0889a6e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
